Tampilkan postingan dengan label Corat-coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corat-coret. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

My Lovewater :*

            Di lorong panjang itu dia menamparku dengan emosi dan segala kemarahannya. Entah setan apa yang merasukinya sehingga kecemburuannya menjadikan suatu  amarah. Memang suatu hal yang ironis didalam sebuah percintaan dibubuhi kekerasan. Tak henti-hentinya aku menangis, setiap waktu setiap hari. Bahkan aku sekarang jadi jarang berkumpul dengan teman-teman. Karena memang aku sendiri bukan termasuk anak yang sering curhat sana-sini tentang masalah pribadi. 

Senin, 09 Januari 2012

Tuhan, ambilah semua apa yang aku punya !

              Hidup seorang anak belia yang sangat bahagia. Bahkan sangat bahagia terlebih dari anak belia lainnya. Orangtua, harta, bahkan kesuksesan di dalam dekolah pun dia punya. Tak heran kadang dia menjadi bahan irian teman sepantaranya. 

                Seperti kesempurnaan yang slalu ia dapat. Tak lupa juga ia slalu berdoa sujud syukur kepadaNya :) Selalu, selalu dan selalu.. Semua itu seketika hilang disaat dia harus kehilangan kedua matanya. Mata yang indah untuk setiap hari melihat apa yang dia punya, melihat kesempurnaan yang dia dapat.

Jumat, 23 Desember 2011

Aku Mencintaimu Dengan Cara Anak Smp

             Diawal pertemuan kita bermula di perpustakaan kecil. Perpustakaan kecil yang terdapat di salah satu sudut sekolahku. Disana hanya menyimpan beberapa tumpukan buku yang terkadang sangat dibenci orang atau bahkan dicari-cari orang. Tapi tempat itu sungguh menjadi tempat yang paling berkesan untuk kita. Kita tak perna tahu darimana awalnya dan darimana kita memulainya. Hingga pada tempat ini kita ikatkan janji-janji manis kita.

Sabtu, 13 Maret 2010

Sad Story

Kumpulan Ceritaku Bersamanya
(8 Maret 2010)

       Malam itu mungkin menjadi malam terakhir untukku dan dirimu.. Saat itu aku sungguh tak berdaya. Semua kata-kata yang terdengar di telingaku seakan-akan menusuk relung dan merobek jantungku. Meninggalkanmu saat itu pilihan terbaikku. Hanya luka dan perih yang ku dapat. Air mata terus mengalir di pipi ku. Dengan pelan aku berkata “Aku kehilangan semuanya” ( menangis tanpa air mata ) Sejak saat itu semua tak penting bagiku. Sendiri aku menangis. Dan selalu begitu. Aku tak butuh siapa-siapa saat itu. Aku hanya ingin menangis untuk menghabiskan semua air mataku agar aku tak bisa menangis lagi. Dalam diam aku menerawang. Aku teringat jelas masa-masa itu…


          ( *Masa lalu ) Dulu aku hanya seorang diri tanpanya. Dulu aku sungguh tak mengerti apa arti cinta itu. Kau datang mengganggu hidupku. Kau hadir tak ku harapkan tapi kau memang indah bagiku. Kau mengisi hatiku & aku memilikimu. Sungguh indah saat itu.
         Hari-hariku penuh cerita tentangmu. Kau mengajarkan apa yang tak perna aku tau. Kau beri semua yang aku butuh. Sedih, bahagia kita lalui bersama. Semua tak penting bagi kita saat itu. Bersama dan selalu bersama yang kita ingin.
          Semakin jauh kita melangkah, semakin berat kita menjalani semua. Sering kita bertahan untuk itu tapi tak ada guna. Malah semakin banyak luka yang kita dapat. Dan hingga akhirnya kita berusaha mengakhiri semua. Sungguh berat saat itu bagi kita untuk melupakan semuanya begitu saja. 5 tahun bukan waktu yang cepat untuk kita. Hari-hari yang selalu indah berubah menjadi hari yang buruk. Semua kebiasaanku berubah. Aku selalu menanti hari libur tapi sekarang aku sungguh membenci hari libur. Perna aku merasa hilang akal. Tapi aku bertahan dengan keadaanku saat itu.
         Dan tak tahu mengapa kita dipertemukan kembali. Dan mungkin benar 5 tahun bukan waktu yang cukup singkat. Cinta itu datang kembali. Hilang semua luka itu. Hilang semua perih itu. Keadaan itu berubah seketika saat masa lalu itu datang dan mengusik. Kau berubah. Kau menjauh. Semua tentangku tak berharga bagimu. Hanya dia yang kau butuh saat itu, bukan aku. Bahkan aku menangis darah sekalipun kau tak peduli. Mengemis cintamu pun aku lakukan tapi itu tak cukup membuahkan hasil. Sampai pada saatnya aku merasa lelah dan aku tak mampu lagi bertahan. Pikiran ku saat itu hanya berusaha melupakan semua. Tapi aku salah! Tak seharusnya aku seperti itu. Semakin aku mencoba melupakanmu semakin perih yang ku dapat. ( *Masa lalu )

          Saat ini aku memang selalu tertawa dan tersenyum. Tapi mereka semua tak mengerti hatiku menangis dan terluka. Aku terpuruk. Bukan untuk yang pertama tapi untuk yang kesekian kalinya. Melupakanmu bukan jalan yang terbaik. Mengenangmu membuat hidupku jauh lebih tenang. Mungkin mereka semua menganggap aku busuk dan aku tak jauh seperti kotoran ayam. Mungkin mereka semua boleh menghina ku semau mereka tapi aku bangga dengan diriku karena aku mampu bangkit dalam keterpurukanku ini sendiri. Tanpa orang lain, tanpa siapa pun..

Cerita sedih ku :')